…maka percayalah

…maka percayalah

Rasanya tak ingin mengingat fakta bahwa tahun ini saya tiba pada gerbang usia ke duapuluhtiga, tapi fakta nampaknya memang tak dapat dipungkiri *halah tertawa

Pada usia ini, rasanya kok ya terlalu tua untuk meminta dibuatkan tumpeng dan hadiah dari kerabat dan teman – teman, meskipun kalau ada yang ngasih ya tetep aja diterima #bukan kode lho *dikeplak* hee hee

oh go onoh go onoh go on

Pada awal usia ini saya belajar bahwa tak semua hadiah datang pada hari – H, seperti Tuhan yang hari ini datang membawa jawaban atas doa saya. not worthy

Entah kapan tepatnya saya berdoa, yang pasti tak mudah bagi saya untuk bisa bertekun dalam doa, maka saya pasrahkan saja padaNya, tanpa pernah berhenti percaya bahwa doa saya pasti akan dikabulkan tersenyum lebar

Sebagai manusia biasa, saya seringkali jatuh pada ketidakpercayaan, keraguan atas doa saya. Seringkali muncul pertanyaan “Bisa nggak ya?dll,dsb”, tapi sebanyak pertanyaan itu muncul saya berusaha untuk meng-counter pikiran – pikiran tersebut. Meski saya memang tidak mampu bertekun dalam doa, saya meningkatkan (sedikit saja) waktu untuk melafalkan doa yang diajarkan Tuhan dalam ajaran agama saya, doa Bapa Kami prayingprayingpraying

Then, Voila!!!! pesta

Saya mendapat jawaban atas doa saya, dan jawaban Tuhan adalah,

“ya,nak, kau dapatkan apa yang kau inginkan, satu langkah untuk mewujudkan cita – citamu, gunakan kesempatan yang Ku berikan sebaik mungkin”

Well, saya menulis ini bukan untuk menyombongkan diri, tetapi sekedar untuk berbagi bahwa

Pada sebuah pinta, Tuhan hanya meminta untuk dipercaya dan sejenak waktu untuk berbincang

Ambil Jarak!!!

Ambil Jarak!!!

Memahami  saya artikan sebagai suatu proses yang menyeluruh untuk mengerti benar akan suatu hal.

Adalah sebuah pengambilan jarak dalam memahami yang tak mudah dilakukan namun harus diusahakan agar kita dapat memotret secara objektif apa yang sebenarnya terjadi.

Mengapa tak mudah? 

Karena kadang kala, ketika tahu akan tersakiti secara spontan kita akan menolak untuk melakukannya. Bingung?

Begini, misalnya saya ingin memahami apa yang terjadi dengan instansi yang pernah mendidik saya, katakanlah SMA saya dulu.

Saya tergabung pada sebuah angkatan yang dulu sangat diharapkan oleh almamater saya itu. Berbagai hal yang diajarkan kala itu menjadikan saya, dan teman – teman seangkatan saya memiliki sense of belonging yang luar biasa pada almamater.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya melihat begitu banyak perubahan terjadi yang rasa – rasanya tak sesuai dengan visi almamater saya dulu. Ada kesedihan yang luar biasa, saya tidak rela almamater saya disamakan dengan almamater lain. Saya kemudian bertanya – tanya apa yang salah?

Saya mencari informasi banyak tentang almamater saya, hingga saya kembali ke almamater untuk mendapat informasi secara langsung.

Nah, pada proses pencarian informasi tersebut, saya harus menarik diri dari posisi saya sebagai alumni. Saya mesti mengumpulkan informasi dari semua pihak, dan karena ini adalah untuk memahami almamater saya, tentu saya mesti mengumpulkan informasi tidak hanya dari guru – guru, pegawai administrasi, tapi juga dari pejabat sekolah, pejabat yayasan, para siswa, serta orang tua siswa.

Apa yang tadi saya katakan tidak mudah adalah karena pada saat proses pengumpulan informasi tersebut, jika saya tahu bahwa yang salah adalah almamater saya,tentu itu rasanya menyakitkan (ingat, konteksnya saya memiliki sense of belonging yang begitu kuat pada almamater). Bagaimana mungkin almamater yang begitu hebat mendidik saya dan teman – teman seangkatan saya dulu kini menjadi almamater yang seperti kehilangan arah begini, seperti sekolah – sekolah lain?

tidakkah ini menyakitkan bagi saya yang notabene memiliki sense of belonging yang besar,sehingga saya (mungkin), dalam konteks diatas, memilih untuk menyalahkan satu pihak, yaitu orang tua siswa sebagai biang kerusakan almamater saya. Lalu, saya  menutup diri dari kemungkinan bahwa orang tua hanyalah produk dari apa yang terjadi dengan almamater saya.

 

begitulah, menurut saya, bahwa ketika ingin memahami suatu hal,penting bagi kita untuk mengambil jarak dengan hal yang ingin kita pahami. Proses tersebut mesti diambil agar kita tidak jatuh pada pemahaman yang salah (hingga meresahkan pihak – pihak lain).

 

 

sekian pemikiran hari ini.

100% = 10%

100% = 10%

Sebuah percakapan dengan seorang teman di laboratorium pada suatu siang, dan hujan menambah kenikmatan percakapan kami.

Topik percakapan tak jauh dari “proses memahami diri dan orang2 sekitar”

mulai dari mengapa si ini bisa begini, mengapa aku bisa begitu, de el el, dan sampai pada topik cinta. Well, of course, topik itu tak akan terlewat jika dua perempuan kembali berbincang setelah lama sibuk dengan dunia masing – masing.

“satu hal yang perlu kau ingat, sebuah hubungan kadang tak perlu nama”

aku terkesiap, lalu mencoba menyanggah, “tapi kan njuk rasane ada dan tiada,mak. mana bisa kayak gitu?”

“hey, yang namanya perasaan kalo udah ada ya akan ada terus. ibarat kamu memberiku sebuah botol, mau nanti kita marahan, musuhan atau apapun hubungan kita selanjutnya, botol itu kan tetep ada di aku dan terserah aku mau ngisi atau kubiarkan kosong.”

here we go,

anak yang kuliah di jurusan psikologi dan filsafat itu emang canggih mencari perumpamaan.

“iya sih,mak,” aku menyerah saja pada kepandaiannya itu.

well, mak. ngomong2 tentang perasaan, aku rasanya masih belum bisa memberikan unconditional love,” lanjutku.

“jelas! Ingat hasil tesmu tadi? Kamu masih berkonflik dengan dirimu, jadi wajar kalo kamu belum bisa memberikan unconditional love itu,” kata si emak, yang tentu bukan nama sebenarnya, yang sebelumnya kumintai tolong untuk “membaca” hasil tes kepribadianku.

“iya, mak, dan rasanya capek, aku merasa sudah memberi tapi nggak dapet reward,” keluhku.

“kakakku pernah bilang, ketika aku bertemu dengan seseorang, dia memiliki cinta 100% dan aku juga memiliki cinta 100%. Saat kami menjalin hubungan, kami sama – sama memberikan 100% itu kepada satu sama lain. Tapi masalahnya adalah 100% dia itu sama dengan 10% ku, jadi jika ingin imbang dia harus memberikan 10 kali lipat padaku. dan pertanyaannya mampukah dia?”

aku manggut – manggut mendengarkan penjelasan si emak. Tampaknya keluarga si emak ini tak bedanya dengan kumpulan orang – orang bijak.

“jadi, intinya adalah kadarnya berbeda. Saranku pikirkan baik – baik, jgn terlalu cepat mengambil keputusan tapi juga jangan terlalu lama” kata emak menutup penjelasan panjangnya.

so, haruskah aku membuat list?”

“yup. buat list tentang kebutuhanmu. jadikan kamu center – nya, bukan dia,” katanya tegas.

percakapan tersebut masih juga terngiang dalam benakku, berjam – jam setelah percakapan itu terjadi

seratus persen = sepuluh persen

otakku berulang kali menggumamkan kalimat tersebut.

kutukan 11

kutukan 11

Akhirnya tiba juga saat saya untuk menjawab kutukan 11 dari beberapa orang. Iya beberapa orang! Tepatnya 3 orang. Saya jadiin satu aja ya tersenyum lebar

O ya, bagi yang nggak tau kutukan 11 itu apa, akan coba saya jelaskan secara singkat.

kutukan 11 adalah kutukan yang entah dimulai dari mana dan oleh siapa (sumpah saya nggak ngerti siapa yang memulai ini). Jika seseorang mendapat kutukan 11, yang harus dilakukan adalah

  1. mengungkapkan 11 fakta tentang dirinya
  2. menjawab 11 pertanyaan dari orang yang memberi kutukan
  3. membuat 11 pertanyaan lanjutan bagi 11 orang pilihan yang akan dikutuk

nah, udah jelas kan ya?

Karena saya dikutuk 3 orang, jadi saya menjawab 33 pertanyaan, tapi tentang diri saya 11 fakta aja ya. So, here we go

tentang saya

  1. Adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ada pun kakak dan adiknya berjenis kelamin laki – laki. Orang Jawa menyebut keadaan ini sendang kapit pancuran.
  2. Di dunia maya, saya lebih suka menggunakan nama Kriwil atau Bawel. Entah kapan tepatnya nama tersebut muncul, yang pasti nama – nama itu dipopulerkan( #tsaaaah) oleh senior – senior saya di SMA. Alasannya karena rambut saya kriwil dan saya sangat baweltersenyum lebar
  3. Speaking about bawel, saya jadi inget, makanan kesukaan saya adalah ikan bawal. Apalagi ikan bawal goreng kering di sebuah restoran di wilayah timur Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Juara banget deh rasanyahebat
  4. Saya adalah orang yang memiliki need of order yang tinggi. Dengan demikian, saya adalah pecinta jadwal dan rencana. Tanpa dua hal tersebut, tak jarang saya merasa gamang menjalani hari saya.
  5. Percaya nggak kalo dulu waktu TK hanya ada 3 sepeda di halaman depan sekolah saya itu. 2 sepeda milik guru – guru saya, dan satu lagi sepeda milik saya?
  6. Entah sejak kapan saya takut pada kuda. Gigi – giginya itu lho, serem bangetketakutan
  7. Saya suka membaca dan menulis. Kebiasaan membaca diajarkan kedua orang tua saya sejak kecil. Mereka memperkenalkan saya pada kebiasaan membaca dengan berlangganan majalah BOBO. Sedangkan menulis? Saya mulai sejak SMP, mulai dari menulis Diary.
  8. Bagi saya, membaca dan menulis adalah kegiatan yang dapat menjaga kewarasan saya.
  9. Saya pengen jalan – jalan, menikmati hari tanpa beban, berdua saja dengan kekasih saya.jatuh cinta
  10. Jangan terlalu percaya pada tampang saya karena kata teman saya, “tampangmu ki galak, tapi jebule wong e koplak” (dalam bahasa Indonesia kira – kira begini, “tampangmu tu galak, tapi ternyata orangnya gokil”)hee hee
  11. Tanya saya tentang rencana hidup saya 5 – 10 tahun mendatang, namun jangan tanya mengapa menikah tidak ada dalam rencana tersebut.

Baiklah, cukup ya 11 fakta tentang saya. Sekarang mari kita jawab pertanyaan – pertanyaan yang muncul dari orang – orang yang mengutuk saya (Teguh Puja, Tante Anie, dan Tante AngQ)

Kutukan Teguh Puja

  1. Kalau kamu adalah tokoh dari sebuah cerita novel, ingin dituliskan seperti apa dan ingin punya cerita seperti apa? Saya ingin dituliskan sebagaimana penulis itu mengenal saya, mungkin akan ada hal – hal yang tidak saya sadari yang bisa dia tuliskan, dan ceritanya misterius, tidak mudah ditebak alurnya
  2. Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu ada dalam satu ruangan yang luasnya setengah dari tinggi kamu? Pertama, saya akan membuat diri saya nyaman berada di tempat itu. Lalu, mungkin saya akan hening, melakukan refleksi, atau tidur saja
  3. Tahu tentang mitos guanya Plato? Kalau iya. Tolong jelaskan. Nggak tahu
  4. Jika kamu seorang penyanyi, genre musik apa yang akan kamu pilih? Jazz
  5. Film yang paling menginspirasi hingga kini? Kenapa? Sex and The City. Masih perlu tanya kenapa? Nggak usah lah ya…bingung jawabnya…hahahaha…Saya suka bagaimana persahabatan tokoh – tokoh dalam film tersebut tetap terjaga, lalu saya belajar bagaimana menjaga persahabatan dengan para sahabat saya.
  6. Sudah mulai menulis dari kapan? Apa yang menyenangkan yang bisa kamu dapatkan ketika menulis? Sejak SMP. Yang menyenangkan adalah ketika bisa memahami lebih jauh sudut pandang orang lain atau juga ketika tiba – tiba apa yang sebenarnya saya inginkan tertulis dengan indahnya dalam tulisan saya, sehingga saya dapat pula memahami diri saya sendiri lebih jauh lagi.
  7. Jika kamu boleh memilih seseorang untuk dijadikan pasangan abadimu di dunia dan akhirat. Siapa yang akan kamu pilih? Tuliskan namanya. eeerrrrr…..gabungan antara mas didi, bang theo, dan tentu saja jason statham
  8. Binatang apa yang menurutmu paling pintar? Kenapa? Anjing. Apalagi anjingnya pemilik kost saya, tau ajah kalo saya bau banget abis olahraga
  9. Jika di depanmu ada makanan dari seluruh dunia. Makanan apa yang akan kamu ambil terlebih dahulu? Makanan yang bentuk dan namanya paling aneh
  10. Hal terbodoh apa yang sudah kamu lakukan selama hidup hingga sekarang?  Duh, apa ya? Pertanyaan paling susah nih *garuk2 kepala*
    Saya selalu beranggapan bahwa akan selalu ada pelajaran dalam setiap hal, jadi saya nggak tahu apa perbuatan bodoh yang pernah saya lalukan (karena saya nggak merasa ada perbuatan bodoh yang pernah saya lalukan)
  11. Apa yang kamu ingin katakan kepada seseorang yang tidak pernah mau diberi nasihat? “aku harap, kau benar – benar sadar ketika memutuskan suatu hal dan sudah kau pahami betul segala konsekuensi dibaliknya, sehingga nantinya tak ada penyesalan”

Kutukan Tante Anie

  1. Hewan apa yang kalian sukai sehingga ingin memeliharanya? Ikan hias, dan anjing.
  2. Apa yang kalian inginkan lakukan untuk melindungi Candi Borobudur yang mulai tidak terawat? nggak tahu deh. mungkin tanya dulu sama penjaganya kali ya, trus baru deh ajak temen2 untuk melakukan apa yang perlu dilakukan sesuai informasi dari penjaganya.
  3. Percaya ngga dengan yang namanya UFO atau alien? Sertakan alasannya? nggak. soalnya belum pernah lihat ato belum pernah dapet bukti otentik.
  4. Warna apa yang kalian sukai beserta alasannya? Biru, Merah, Hitam, Orange. Biru, Merah dan Orange karena seger aja liatnya. Hitam karena saya suka kemisteriusannya.
  5. Pilih mana: cewek/cowok gendut tapi perokok atau cewek/cowok cantik/ganteng tapi suka makan pete? cowok ganteng tapi suka makan pete.
  6. Suka makan sate atau makan steak? dua – duanya, tergantung situasi dan kondisi dompet.
  7. Apa yang akan Anda lakukan bila Anda terpilih menjadi Anggota DPR? apapun yang ditugaskan kepada saya (sesuai job desc maksudnya), tapi juga pengen bikin riset bagaimana tipe kepribadian yang pas untuk jadi anggota DPR. buat yang nggak sesuai, saya usulkan untuk mundur saja.
  8. Bagaimana cara Anda memaafkan orang yang telah menyakiti Anda dan keluarga Anda? ya dimaafkan saja. emang memaafkan ada berapa cara sih?
  9. Kalo disuruh milih, ingin dilahirkan sebagai apa? apapun yang bisa memberi nilai kebaikan pada dunia.
  10. Waktu ke pemakaman, kamu ketemu hantu kuntilanak. Apa yang kamu lakukan (jawabannya nggak boleh LARI)?? Bertanya bantuan apa yang kiranya dia butuhkan untuk bisa tenang dan tidak muncul lagi di hadapan saya #ngayal.
  11. Kalau dikasih kekuatan oleh Superman kamu pilih apa? bisa terbang, biar hemat biaya transportasi

Kutukan Tante AngQ

  1. Apa makna teman bagi kamu? Seseorang yang didatangkan Tuhan agar daripadanya kita dapat belajar dan memberi apa yang kita miliki.
  2. Bagaimana cara kamu menghadapi teman yang sukar diajak kompromi? Kasih pilihan, mau belajar untuk bisa berkompromi ato nggak. Kalau iya ya didampingi, kalau nggak ya tinggal pergi aja.
  3. Apa Buku favoritmu? nggak tau. emang buku favorit itu yang kayak apa sih?
  4. Apa yang membuat kamu mencintai orang yang kamu sayangi saat ini (atau sebelumnya)?  Saya juga nggak ngerti, bagi saya, cinta datang tanpa alasan.
  5. Aktivitas di waktu luang apa yang paling kamu sukai? mengapa ? jalan bersama teman – teman. bisa katarsis gratis.
  6. Apa makna “Pasangan Hidup” bagi kamu? seseorang yang tercipta untuk saya.
  7. Makanan apa yang paling kamu sukai ? tahu bacem + sayur daun pepaya.
  8. Darimana kalian mendapatkan inspirasi untuk menulis? dari lingkungan sekitar.
  9. Apa salah satu resolusi kamu di tahun 2012? kuliah lagi.
  10. Apa definisi Hidup buat kamu? memiliki tujuan dan berguna bagi orang di sekitar saya
  11. Jika kamu bisa memilih, kehidupan seperti apa yang kamu inginkan ? Nggak tahu, saya tidak punya bayangan kehidupan lain selain kehidupan yang saya jalani saat ini.

panaspanaspanas
sudah terjawab kutukan yang ditujukan bagi saya. mestinya kan saya mengutuk 11 orang dan membuat 11 pertanyaan tapi saya malas. udah sampe sini aja ya

Selamat kepada mereka yang dikutuk dan yang tidak pernah dikutuk pestapestapesta

kinda quality time

kinda quality time

Secangkir coklat panas telah kuseduh dan siap untuk menemaniku menyambut pagi.

Sembari menanti nasi untuk sarapan, seperti biasa aku berjalan – jalan dalam dunia maya

menyapa beberapa teman, berdiskusi dengan teman yang lain, lalu datanglah dia.

Aku mengenalnya tak kurang dari 5 tahun. Gendut, begitu aku biasa memanggilnya

Lama dia berada di luar negeri entah untuk apa. Kuliah rasanya hanya sebagai kedok untuk menutupi ketidakjelasannya. Beberapa tahun di Belanda, lalu memutuskan untuk mengikuti program di Amerika. Keputusan yang diambil hanya untuk menunjukkan pada pujaan hatinya kala itu bahwa dia ada, dan dia mampu. Sebuah aktualisasi diri yang dipaksakan.

Ah, sudah lupakan tentang itu. Singkatnya, kini dia magang di sebuah perusahaan di ibukota sana. Pertemuan kami dalam empat tahun terakhir ini tak lebih dari hitungan jari. Namun satu yang pasti, dia selalu ada disana.

Tidakkah kau pun bahagia ketika seorang teman begitu setia padamu? Ya, aku pun begitu. Oleh karenanya, ku letakkan dia dalam satu sudut hati, dalam sebuah tempat bernama sahabat.

Pagi ini, dia datang. Membalas kicauan basa – basiku tentang hot chocolate.

“Kenapa hot chocolate?” tanyanya

“Teh ku abis pagi ini,ndut”

“Hey,kau selalu saja memanggilku gendut, oke mulai sekarang aku memanggilmu hot chocolate”

Aku pun tertawa, seketika itu juga, otakku menggambarkan imaji tentang dua anak kecil yang duduk di sebuah taman. Perempuan kecil dengan rambut kriwil dan dikuncir dua duduk berdampingan dengan lelaki kecil yang gendut dan chubby.

Kuutarakan imaji itu padanya, lalu jawabnya, “trus, aku beliin kamu es loli dan permen kapas. Lalu kita jalan sembari melompat – lompat dan bersenandung kecil bersama?”

Dan lagi – lagi aku tertawa. Kemudian tertegun kala dia berujar, “masih adakah sejengkal saja tempat untukku di relung kalbumu? Karena aku ingin kau menuliskan imaji itu disana”

Ah, ndut, semudah itu kau membuatku tertawa, mengapa harus pula kau lenyapkan tawa kita pagi ini?

Maaf, untuk saat ini, tak akan kuijinkan kau beranjak dari sudut bertajuk sahabat itu.

 

 

*judulnya kok agak nggak nyambung ya, ah biarlah, bingung mau kasih judul tersenyum lebar

*di-posting juga di http://ngerumpi.com/