Rasanya tak ingin mengingat fakta bahwa tahun ini saya tiba pada gerbang usia ke duapuluhtiga, tapi fakta nampaknya memang tak dapat dipungkiri *halah ![]()
Pada usia ini, rasanya kok ya terlalu tua untuk meminta dibuatkan tumpeng dan hadiah dari kerabat dan teman – teman, meskipun kalau ada yang ngasih ya tetep aja diterima #bukan kode lho *dikeplak* ![]()
![]()
![]()
![]()
Pada awal usia ini saya belajar bahwa tak semua hadiah datang pada hari – H, seperti Tuhan yang hari ini datang membawa jawaban atas doa saya. ![]()
Entah kapan tepatnya saya berdoa, yang pasti tak mudah bagi saya untuk bisa bertekun dalam doa, maka saya pasrahkan saja padaNya, tanpa pernah berhenti percaya bahwa doa saya pasti akan dikabulkan ![]()
Sebagai manusia biasa, saya seringkali jatuh pada ketidakpercayaan, keraguan atas doa saya. Seringkali muncul pertanyaan “Bisa nggak ya?dll,dsb”, tapi sebanyak pertanyaan itu muncul saya berusaha untuk meng-counter pikiran – pikiran tersebut. Meski saya memang tidak mampu bertekun dalam doa, saya meningkatkan (sedikit saja) waktu untuk melafalkan doa yang diajarkan Tuhan dalam ajaran agama saya, doa Bapa Kami ![]()
![]()
![]()
Then, Voila!!!! ![]()
Saya mendapat jawaban atas doa saya, dan jawaban Tuhan adalah,
“ya,nak, kau dapatkan apa yang kau inginkan, satu langkah untuk mewujudkan cita – citamu, gunakan kesempatan yang Ku berikan sebaik mungkin”
Well, saya menulis ini bukan untuk menyombongkan diri, tetapi sekedar untuk berbagi bahwa
Pada sebuah pinta, Tuhan hanya meminta untuk dipercaya dan sejenak waktu untuk berbincang
