malam senin, 16 mei 2010

hujan tak kunjung berhenti ketika waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB. kuputuskan tuk menanti beberapa saat sembari menonton siaran televisi Indonesia di rumah mbah (maklum, anak kost yang g punya tv, dan sekalinya pulang jarang nonton siaran tv Indonesia :p).

hujan akhirnya mereda(bukan reda) tepat pukul 21.45. kuputuskan untuk pulang meski bulek menyarankan untuk menginap di rumah mbah saja. “dingin – dingin kok pulang”, katanya tapi tugas – tugasku masih belum kusentuh. aku pun pulang.

dingin memang, ditambah lagi aku lupa memakai jaketku 😦

badanku menggigil sepanjang perjalanan pulang. deretan gigi – gigiku beradu, bergemeletuk. trrrrrrrrrrkkkkk…..trrrrrrkkkkkkkk…….jadi serba salah rasanya. ingin memacu motorku lebih cepat, namun hujan semakin deras dan jarak pandang kian terbatas. semakin menggigil pula badanku dan kian nyaring gemeletuk yang diciptakan gigi – gigiku.

tingkat kewaspadaanku meningkat, tentu saja karena hujan kembali deras, dan karena aku tak membawa kacamataku. tak jelas apa yang ada di depanku ketika pencahayaan di jalanan berkurang.

aku terus memacu motorku di kecepatan 50km/jam. jalan gejayan (sekarang jalan afandi) yang biasa kulalui hanya dalam 5-10 menit, kini harus kurelakan 15 menitku untuk menyusuri jalan itu.

tak banyak kendaraan yang berlalu lalang malam ini.

aku hampir tiba di perempatan ringroad utara, gejayan, ketika puluhan bahkan mungkin ratusan motor terparkir rapi di depan sebuah rumah makan, bahkan hingga memakan tempat parkir toko yang ada di sebelah rumah makan tersebut. suara teriakan – teriakan orang terdengar. memecahkan keheningan malam. melampaui suara alam malam ini, hujan. sebuah layar lebar menayangkan sebuah pertandingan, tak jelas apa yang mereka tonton (final piala thomas, mungkin) dan tak jelas apa yang mereka teriakkan. rasanya terdengar seperti meneriakkan, “defense.defense.defence” bersamaan.

ada suasana hangat yang kurasakan ketika melewati rumah makan tersebut. ratusan orang di rumah makan tersebut, kurasa tidak merasakan dinginnya malam. teriakan – teriakan mereka kurasa cukup menghangatkan mereka. melindungi mereka dari dinginnya malam.

aku terus memacu motorku. berharap dapat segera sampai di kost dan mampu menghangatkan diri.

dan disinilah aku sekarang. di kamar kost. melindungi diri dari serangan angin malam serta hujan. menghangatkan badan, juga otak karena harus mengerjakan beberapa tugas dan ujian take home

selamat malam, jogja 🙂

selamat beraktivitas bagi para pekerja malam 🙂

selamat tidur bagi yang ingin tidur, semoga bermimpi indah 🙂

-siBaweL-

gambar dari sini

Advertisements

About duniasibawel

an extraordinary girl who trying to be the best ones, at least for herself...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: