Ruang Baca Perpustakaan, 13 September 2006, 16:03

seseorang tak akan pernah merasakan sakitnya setelah jatuh sebelum ia jatuh

Kami, aku dan ia, lelah menghadapi dia yang begitu sibuk dengan segala aktivitas dalam komunitasnya. Sebuah komunitas yang tidak dapat kami sentuh.

Kami, aku dan ia, bingung. Tak tau apa yang sebenarnya ada di pikirannya terhadap lingkungannya, teman dan diri dia sendiri. Kami, baik aku juga ia, benar-benar sadar bahwa tak semua orang sejalan dengan kami, dan kami tak punya hak untuk menarik semua orang untuk berjalan di jalan yang kami lalui tapi kami berusaha untuk mengerti karna kami pernah sampai di suatu waktu dimana kami dituntut untuk mengerti. Kami rasa tidak dengan dia karna menurut kami dia adalah suatu ciptaan yang telah sempurna sehingga dia tidak akan pernah tiba pada waktu itu atau paling tidak dia belum akan sampai pada saat itu bila belum menyadari suatu sisi dibalik kesempurnaan.

Jutaan buih, tenaga, pikiran telah kami buang tapi dia tidak pernah bisa mengerti. Waktu itu, kami telah berusaha menekan segala emosi kami karna kami sadar suatu proses butuh waktu tapi kini kami telah lelah. Tak tau lagi apa yang sebaiknya kami lakukan. Segala kesabaranku telah mencapai batasnya sehingga aku tinggal menunggu waktu kapan kesabaranku akan melampaui batas itu tapi kutak tau bagaimana ia, kurasa ia lebih baik dariku.

Advertisements

About duniasibawel

an extraordinary girl who trying to be the best ones, at least for herself...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: