masihbelumtaujudulyangpas :)

badan itu jauh lebih kurus dari yang kuingat…

“sukses ya dietnya? udah sixpack?” tanyaku sekedar berbasa – basi sembari mengingat taruhan yang dulu pernah kami sepakati. ia menang jika berhasil memiliki perut sixpack. ia hanya tersenyum

“bawel apa kabar?” tanyanya

“yah, beginilah, seperti yang abang lihat”

“rasanya udah lama banget g ketemu bawel, bahkan denger suara bawel pun g” katanya, masih dengan memasang senyum yang sama dengan lima tahun yang lalu

percakapan itu terjadi di kamar hotelku. setelah ayu mengantarkanku pulang, ia mengetuk pintu kamarku

“ah, udahlah,bang. bawel males membahas itu. gimana keluarga abang?”

“baik”

“syukurlah”

“bawel kapan balik?”

“nanti, jam 8 pagi, and i need to take a rest. bawel capek,bang. belum sempet istirahat dah diajakin pergi sama ayu”

kami kembali pada pembicaraan – pembicaraan tak penting seperti lima tahun lalu. dengan nada yang sama, intonasi yang serupa, senyum yang sama, dan  tatapan mata yang tak berubah.

tiba2 ia menggapaiku, menarikku ke dalam pelukannya

“bang!” protesku

“please, just a moment”

dan aku kembali merasa aman dalam pelukannya, satu – satu memori lima tahun yang lalu berputar di otakku, dan aku menangis. ntah menangisi siapa atau apa. kedua tangannya lalu memegang pipiku, membingkai wajahku, menghapus air mata yang sempat membasahi pipiku, dan dia memandangiku lama. nyaris kikuk aku dibuatnya

“masih bawel yang sama” gumamnya

aku memegang kedua tangannya, perlahan menyingkirkan keduanya dari wajahku.

“pulanglah,bang. bawel capek, bawel g mau ketinggalan kereta” kataku sembari menjauh darinya

“may I..”

“no,bang. enough. just go home. semua tentang kita sudah berakhir” aku tak ingin mendengarkan permintaannya

“bawel pengen punya kehidupan bawel sendiri, so,please, go,now” lanjutku

ia hanya diam, memandangiku lama, ada luka yang sama di matanya seperti lima tahun yang lalu ketika aku memilih untuk meninggalkannya. memilih untuk mengembalikannya pada istri dan anak – anaknya. memilih untuk merajut masa depanku sendiri. lalu ia berbalik ke arah pintu dan pergi.

05.00 am, saat aku melirik jam dinding di kamar hotel itu.

handphoneku bergetar, sebuah panggilan masuk.

mine. nama itu muncul di layarnya

“ya sayang?”tanyaku

“oh, kupikir kamu belum bangun” katanya

“aku malah belum tidur, baguslah kamu udah bangun, aku mau tidur dulu,bangunkanku setengah 7”

“kereta jam 8, kan? kamu tidur di kereta aja deh, daripada ntar malah g bangun” dan seperti biasanya, calon suamiku sangat cerewet untuk urusan ini dan dilanjutkan dengan ceramah pembekalan yang super panjang 😀

***

 

*diakhiri dengan agak wagu karena sudah buntu

 

*aseli hanya khayalan semata, jika ada kesamaan nama, itu hanya untuk memberi efek nyata, dan bila ada cerita yang sama mungkin cerita ini jadi benar adanya :D

Advertisements

About duniasibawel

an extraordinary girl who trying to be the best ones, at least for herself...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: