dua ribu sepuluh part 3

selain banyak kisah2 bernada minor di tahun dua ribu sepuluh, banyak juga wajah baru memasuki hidupku

lets say, bang ferdian, kak vita, kak marpel. ntah bagaimana aku lupa kami kemudian bisa dekat. mereka senior2 di SMAku yang dengan rela waktu makannya diganggu dengan celotehanku tentang abang A, B,C, D

hahahahahahahaha………

bang ferdi, kak vita, kak marpel, ada yang ingat kapan mulai dekat??? :p

aku cuma inget ketemu pertama kali sama kak vita waktu nikahannya bangkep. yang lain lupa, maap :p (langsung serong kanan)

ntah disadari atau tidak, bang ferdi mengajarkanku bagaimana menghargai waktu, dan menghargai juniornya. salah satu sesepuh IJC ini selalu datang tepat waktu (bahkan sebelum waktu janjian pun beliau beberapa kali sudah di TKP, maaf bang sering telat :D). bang ferdi juga selalu datang di acara2 IJC, suatu bentuk penghargaan pada junior2 yang telat merancang acara 🙂

lalu, kak vita, wanita yang pantang menyerah. semangat juangnya dan pengabdiannya, serta rasa setia kawannya patut diacungi jempol :). kak vita kukenal sebagai pribadi yang tanggap dan cekapan…ketika kak marpel ke jogja, kak vita ikutan ke jogja padahal baru selesai jaga di rumah sakit semalaman, belum sempat tidur selama beberapa hari pula. mantap jaya :D. waktu kegiatan gabungan beberapa cabang ikastara pun, kak vita kurasa cukup tanggap dan cekatan menyikapi tugas yang diberikan padanya (susah njelasinnya lah :p)

dan kak marpel? aku belajar keikhlasan dan ketulusan. kak marpel sering banget jadi tumbal, tapi ya tetep aja ikhlas dan tulus dalam melakukan tugas yang di bebankan padanya…hehehehehehehe….dengan sabar pula menghadapi ketidakjelasanku. tengkiu so much kakaaaaaaaaaaaaaak :*

 

wajah lainnya adalah om bocil alias bang hanud

pertama kali melihat si om adalah saat aku liburan di jakarta dan ikut meramaikan acara futsal. aku melihat beliau membawa gearnya, mengarahkan padaku hahahahaha….waktu itu aku tak mau GR. jadi aku memilih untuk tidak peduli, besides pertama kali melihatnya, aku takut #ngaku

raut wajahnya galak, bukan galak sih sebenernya tapi tatapan matanya terlalu tajam membuat orang yang ditatapnya seperti tertuduh yang hendak diinterogasi *halah. yah, pokoknya tatapan matanya membuatku tak nyaman kala itu.

beberapa hari kemudian om bocil mengirim email, memberikanku hasil jeprat jepretnya kala itu…hahahahahaha….ternyata aku benar, dia membidikku :))

berawal dari kejadian itulah, aku berkenalan dengan IPC, komunitas fotografi alumni SMAku. lebih banyak wajah baru lagi yang kukenal yang tak bisa kusebutkan satu2, yang mewarnai hidupku, membantu mencerahkan hari2 kala gundah gulana tiada tara tak terhingga menghampiri :))

thanks to om bocil yang mengenalkanku pada IPC n thanks to IPCers yang memberikan kehangatan layaknya keluarga besar 🙂

jepretan om bocil kala itu membuatku semakin percaya diri dan semakin jadi narsis :))

 

terimakasih untuk wajah2 baru yang sudah menghiasi tahun dua ribu sepuluhku. semoga segala relasi yang terjalin dapat terus terjalin baik 🙂

Advertisements

About duniasibawel

an extraordinary girl who trying to be the best ones, at least for herself...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: