Imajinasi pagi tadi

Pagi yang sejuk, suasana yang hening karena sebagian besar penghuni kos masih tidur, kaki yang terendam dalam air hangat, sarapan pagi dan sebuah buku adalah surgaku pagi tadi.

Tadi pagi aku mengambil buku berjudul Orang Miskin DIlarang Sekolah, karangan Eko Prasetyo

Image

Buku itu telah lama ada di tumpukan buku – buku bacaanku. Dulu pernah aku membaca buku ini, tapi baru beberapa lembar aku sudah tertidur dan tak pernah membacanya lagi. Pagi tadi aku mengambil buku ini, kubaca ulang dari halaman pertama dan berhenti di halaman 27 karena harus melakukan aktivitas lain.

Dalam lembar demi lembar buku itu, aku miris membaca hasil – hasil penelitian dari berbagai kelompok di endonesa terkait pendidikan. Sangat miris ketika membaca sektor pendidikan pun dijadikan lahan basah para koruptor. Inilah endonesa raya saat ini.

Tapi lantas apa? Menyerah saja dengan pernyataan “inilah endonesa raya” ?

Pesimis sekali, pikirku, tapi aku pun tak tahu harus bagaimana. Maka mulailah aku mencipta imaji pagi tadi. Sekedar mengingatkan diri untuk sedikit lebih optimis meski hanya dalam tataran imajinasi.

Aku berimajinasi endonesa ini ditutup sementara dari dunia luar, apalah itu istilahnya, seperti China (ato Jepang) jaman dulu kalau tidak salah (maafkan pengetahuan Sejarahku yg teramat buruk). Lalu dilakukan penataan ulang. Semua sektor bekerja sama, berbagi tugas. Siapa bertugas sebagai apa dan yang lain membantu, seperti sebuah tim dalam imajiku.

Tidak boleh ada korupsi. Ketahuan korupsi, langsung hukum mati. Kejam? Biarlah. Aku percaya para koruptor itu memiliki andil dalam memiskinkan rakyat. Miskin di dunia itu lebih kejam dari kematian, menurutku. Kalau saja orang jatuh miskin lantas mati, ia tak perlu tersiksa dengan hal – hal duniawi. Ia bebas. Nah, tapi kan nggak gitu juga tho? Orang miskin di dunia ini susah, (seolah) nggak boleh sekolah, nggak boleh sakit, nggak boleh miskin (mbulet :D). Yah, intinya gitu, hukum mati koruptor.

Dalam imajiku itu, pendidikan adalah hal utama yang harus dibenahi. Siapapun bisa mendapatkan haknya untuk sekolah. Sekolah dalam imajiku memiliki kantin yang bersih, rapi, memiliki menu makanan – makanan sehat dan bergizi, dan semua siswa makan siang di sekolah (yah, ini untuk tingkat SD sampai SMA, kira – kira. Biar nggak perlu bawa bekal ke sekolah :D). Lalu, universitas dibagi menjadi 2, universitas negeri dan swasta. Universitas Negeri ditujukan untuk mencetak para ilmuwan, yang penguasaan teorinya kuat, dan Universitas Swasta bertugas mencetak praktisi, yang penguasaan lapangannya kuat. Lalu, tidak semua universitas memiliki semua jurusan. Jadi jika ingin kuliah jurusan teknik harus ke daerah A, jurusan sosial daerah B, dll.

Begitulah imajiku pagi tadi di kamar mandi selepas menikmati surga di pagi hari. Pagi di sekitarku begitu hening, namun tidak di kepalaku 😀

sekian.

 

*gambar dari mbah gugle*

Advertisements

About duniasibawel

an extraordinary girl who trying to be the best ones, at least for herself...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: